• 30 MAR, 2019

Sejarah

Pada tahun 1952 di Nederlandse New Guinea yaitu tepatnya di Holandia Binend didirikan Rumah Sakit “INRICHTING IRENE” ( berarti “tempat aman” ) untuk melakukan pelayanan penderita penyakit jiwa ( saat itu ada 30 pasien ).

Saat itu RS Inrichhting Irene dipimpin oleh seorang Perawat yang bernama D.W. Klarwater, kemudian pada tahun 1962 pimpinan diganti oleh Dr. Viterdeyk. Dengan kembalinya Irian Barat ke NKRI pada bulan Maret 1963 maka diutuslah salah seorang dokter UNTEA yaitu Dr. H.S. Kuda menjabat Kepala RS.  Pada tahun 1966 nama Rumah sakit Inrichting Irene diganti nama Rumah Sakit Jiwa Propinsi Irian Barat , sedangkan nama Holandia Binend diganti nama Abepura. 

Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, berturut-turut sebagai berikut :

Tahun 1952 – 1962 : D.W.Klarwater
Tahun 1962 – 1963 : Dr. Viterdeyk
Tahun 1963 – 1966 : Dr. H.S. Kuda
Tahun 1966 – 1966 : Dr. Keweyaan
Tahun 1966 – 1968 : Dr. Sukardjono
Tahun 1968 – 1972 : Dr. Satya Joewana
Tahun 1972 – 1975 : Dr. Rustama
Tahun 1975 – 1978 : Dr. La. Ode R. Tumada
Tahun 1978 – 1980 : Dr. Hariwibowo Gunadi
Tahun 1980 – 1981 : Dr. Adelina
Tahun 1981 – 1982 : Dr. Latu Mahina
Tahun 1982 – 1992 : Dr. F.X. Sudanto
Tahun 1992 – 1999 : Dr. A. Dalidjo, SP.Kj
Tahun 1999 – 2002 : Dr. Woro Pramesti, SP.Kj
Tahun 2002 – 2006 : Andrias Kumei, S.Sos
Tahun 2006 – 2009 : Dr. Ferry Geddy, DPH.MM
Tahun 2009 – 2014 : Dr. Samo Adi, Sp KJ
Tahun 2014 – 2016 : drg. Alloysius Giay, M. Kes
Tahun 2016 – 2019 : Daniel L. Simunapendi, SKM. MM
Tahun 2019 – Sekarang : Dr. Anton Tony Mote