• 2 years ago/23 Oct 2019

WORKSHOP INTERNAL SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PROGRANAS PPRA DAN GERIATRI

RSJD Abepura – WORKSHOP INTERNAL SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PROGRANAS PPRA DAN GERIATRI yang diselenggarakan pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 bertempat di Aula Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura yang dikuti oleh dokter umum, dokter spesialis dan perawat kepala ruangan rawat Rumah Sakit Jiwa Abepura, dan pemberi materi adalah narasumber para ahli dibidang PPRA dari RSJD Abepura dr Manoe Berend Paul, Sp.KJ, M.Kes dan Narasumber Geriatri yaiut dr. Idawati Waromi, Sp.KJ.

Dalam Workshop ini membahas tentang beberapa Program yaitu salah satu Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) adalah aktivitas yang ditujukan untuk mencegah dan/atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten. PPRA sangat diperlukan keberadaannya di rumah sakit untuk mencegah dan/atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten. Yang dimaksud dengan resistensi antimikroba adalah kemampuan mikroba untuk bertahan hidup terhadap efek antimikroba sehingga tidak efektif dalam penggunaan klinis. Dan setiap rumah sakit harus melaksanakan PPRA secara optimal. serta pada Materi Geriatri menjelaskan tentang program pelayanan geriatri terpadu di rumah sakit memerlukan adanya program peningkatan mutu dan keselamatan pasien geriatri di rumah sakit. Hal ini dipersyaratkan baik oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit yang kemudian juga diacu oleh Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang disusun oleh KARS tahun 2018 pada Bab Program Nasional. Dimana lanjut usia dengan kondisi multi penyakit, berbagai penurunan fungsi organ, gangguan psikologis, dan sosial ekonomi serta lingkungan pada warga lanjut usia, membutuhkan adanya pelayanan pelayanan geriatri terpadu yang paripurna dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin.

Misi utama PPRA adalah pengendalian resistensi antimikroba melalui 2 strategi, yaitu : 1) mencegah selective pressure dengan menerapkan penggunaan antibiotik secara bijak (prudent use of antibiotics), 2) mencegah spreading dengan menerapkan pencegahan pengendalian infeksi (PPI) secara optimal.